Senin, 17 Ags 2020, 15:13 WIB

Peringatan HUT RI ke-75 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang

Bagikan

Peringatan HUT RI ke-75 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang
HUT RI KE 75 (dok. PPMH)

“…Sekali merdeka tetap merdeka! Selama hayat masih di kandung badan, kita tetap setia tetap sedia mempertahankan Indonesia, kita tetap setia tetap sedia membela negara kita.”

Itulah sepenggal lirik dari lagu “17 Agustus” yang diciptakan oleh H. Mutahar. Merdeka! Dirgahayu Indonesia Raya yang ke-75. Tak terasa negara kita telah mencapai usia ¾ abad sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dalam momentum kemerdekaan tahun ini, meski masih dalam suasana pandemi, hal ini tidak menyurutkan semangat Pondok Pesantren Miftahul Huda, Gading untuk turut serta memperingati. Acara peringatan kemerdekaan di Pondok Gading digelar selama dua hari, yakni malam ke-17 dan hari ke-17. Pada malam kemerdekaan, semua santri diajak kirim do’a kepada para pahlawan dengan baca’an tahlil dan lantunan sholawat Diba’. Turut hadir pula dalam malam peringatan kemerdekaan, para Masayikh dan gawagis diantaranya; KH.M.Qusyairi, Gus Fuad bin Abdurrahim Yahya, Gus Muhammad bin Abdurrahman Yahya, serta Gus Minan Salafi.

Dalam sambutannya, KH.M.Qusyairi menekankan betapa pentingnya kita mengenal bangsa ini. Mengenal dalam arti mengetahui, memahami, dan menyadari secara utuh tentang sejarah NKRI. Indonesia adalah bangsa yang begitu besar. Walaupun memiliki kemajemukan suku, bahasa, dan budaya, akan tetapi bisa hidup rukun dalam satu wadah Indonesia. Maka kita sudah sepatutnya wajib bersyukur. Salah satu bentuk syukur adalah dengan mengadakan tahlil, sholawat, dan kirim do’a kepada para leluhur. Acara malam kemerdekaan di Pondok Gading berjalan dengan khusyu’ dan tertib. Suasana kemerdekaan semakin hidup ketika tim Al-Banjari Pondok melantuntkan qosidah sholawat Indonesia. Sholawat yang digubah oleh KH. Marzuki Mustamar ini berisi untaian doa untuk bangsa Indonesia. Peringatan malam kemerdekaan ditutup dengan do’a dan nasehat oleh Gus Fuad bin Abdurrahim Yahya yang menekankan kembali kepada para santri agar senantiasa menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan semaksimal mungkin.

Acara masih dilanjutkan keesokan harinya, tepatnya hari ini tanggal 17 Agustus bada’ subuh dengan agenda khotmil quraan dan pembacaan qosidah burdah full series yang dipimpin oleh Gus Muhammad bin Abdurrohman Yahya. Dalam sambutanya, beliau berpesan agar peringatan kemerdekaan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita. Begitu hebatnya para ulama, pahlawan terdahulu dalam berjuang, berperang mempertahankan kemerdekaan. Maka kita juga harus berjuang, berjuang dalam berperang melawan hawa nafsu, sebab itu termasuk riyadhoh-nya para ulama terdahulu. Acara peringatan kemerdekaan yang dihelat di masjid Baiturrahman ini memiliki nuansa sedikit berbeda karena adanya penerapan protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh semua santri. Walaupun demikian, rasa cinta tanah air dan handarbeni para santri tak lantas menjadi terlucuti. Rangkaian acara peringatan kemerdekaan di Pondok Gading diakhiri dengan ramah tamah para santri serta upacara yang diadakan secara internal di halaman parkiran pondok.

17 Agustus 2020  HUT RI Ke 75