Habbatussauda, Obat dari Segala Macam Penyakit

Selasa, 19 Jul 2022, 11:31 WIB
Habbatussauda, Obat dari Segala Macam Penyakit
Habbatussauda (sumber: DetikHealth)

Habbatussauda yang sekarang banyak diperjualbelikan di marketplace baik secara offline dan online menandakan bahwa konsumen secara umum menyukai produk ini. Fakta bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merupakan pemeluk Islam didukung adanya hadis

إِنَّ هَذِهِ الحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا مِنَ السَّام

Sesungguhnya pada habbatussauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian

menyebabkan habbatussauda menjadi barang yang laris manis di pasaran. Lantas bagaimana dunia farmasi herbal memandang habbatussauda sebagai obat dari segala macam penyakit?

Habbatussauda atau yang biasa disebut jintan hitam merupakan hasil pemanfaatan biji dari tanaman Nigella sativa yang diolah menjadi bentuk sari (berupa minyak dalam kapsul) atau berupa bubuk berwadah kapsul tanpa proses ekstraksi. Habbatussauda dalam dunia internasional lebih dikenal dengan sebutan blackseed (biji hitam). Jintan hitam merupakan bahan pengobatan tradisional yang terkenal, tanaman ini berasal dari wilayah Mediterania timur, Afrika utara, India, dan Asia Barat Daya dan dibudidayakan di banyak negara, termasuk Mesir, Iran, Yunani, Suriah, Albania, Turki, Arab Saudi, India, dan Pakistan.

Timokuinon merupakan kandungan kimia yang paling banyak terdapat pada jintan hitam. Selain timokuinon jintan hitam juga mengandung kandungan kimia yang lain seperti sterol, alkaloid, tokol, polifenol. Manfaat yang didapatkan dari timokuinon antara lain sebagai antioksidan, antiinflamasi, meningkatkan imunitas tubuh, proteksi untuk penyakit syaraf, proteksi untuk penyakit alzheimer (menurunnya daya ingat), proteksi untuk penyakit parkinson (gemetar), proteksi untuk penyakit stroke, proteksi untuk penyakit ansietas dan depresi, menurunkan kadar gula darah, menurunkan berat badan dan anti kanker.

Semua hal yang berlebihan tentu tidak baik bagi tubuh meskipun hal tersebut mempunyai segudang manfaat. Paracelcus (seorang tokoh toksikologi abad pertengahan) mengatakan  “Dosis yang tepatlah yang membedakan racun dari obat”. Begitupun dengan penggunaan habbatussauda, konsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan beberapa efek negatif bagi tubuh berupa rasa tidak nyaman di perut, mual, kembung, dan kesulitan buang air besar. Dosis aman yang disarankan untuk penggunaan sehari-hari adalah 1-2,5 gram dalam bentuk minyak setiap hari selama 4-12 minggu untuk orang dewasa dan 1-2 gram dalam bentuk bubuk dalam kapsul setiap hari selama 8-12 minggu.

Jika telah meminum jintan hitam sesuai dengan dosis yang telah disarankan apakah sudah pasti aman? Jawabannya adalah tidak. Perlu dicatat bahwa habbatussauda dapat berinteraksi dengan obat lain dalam tubuh. Mari mengambil contoh kasus pasien yang meminum obat diabetes. Penggunaan habbatussauda dapat menurunkan gula darah secara ekstrim sehingga pasien berpotensi tidak sadarkan diri. Kasus lain, pada pasien yang menggunakan obat antipembekuan darah, habbatussauda dapat meningkatkan resiko pendarahan. Sedangkan pada pasien darah tinggi yang menggunakan amlodipin, habbatussauda dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang ekstrim.  

Setelah melihat efek positif dan negatif yang dapat ditimbulkan dari penggunaan habbataussauda, mungkin akan muncul dalam benak kita. Apakah yang dimaksud lafad kullu dari redaksi hadis diatas. Apakah memang untuk semua penyakit?

 

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Thibbun Nabawi menjelaskan tentang habbatussauda,

وَهِيَ كَثِيرَةُ الْمَنَافِعِ جِدًّا، وَقَوْلُهُ: «شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ» ، مِثْلُ قَوْلِهِ تعالى: تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّها  أي: كلّ شيء يقبل التَّدْمِيرَ وَنَظَائِرَه

“Habbatussauda memiliki sangat banyak manfaat, sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “obat untuk segala macam penyakit”. Ini sebagaimana firman Allah, “Angin menghancurkan segala sesuatu dengan perintahan Rabb-nya”. Yaitu segala sesuatu yang bisa hancur dengan angin. (Tidak semua hancur dengan angin, demikian juga habbatussauda).

Jika ditinjau dari ilmu nahwu, lafad kullu dapat diinterpretasikan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Kullu bima’na syay’in, yang artinya setiap satu.
  2. Kullu bima’na ba’dlin, yang artinya setiap sebagian.
  3. Kullu bima’na jam’in, yang artinya setiap semua.

Sehingga dari penjelasan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan didukung hasil dari penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan, habbatussauda memang dapat menjadi obat dari penyakit. Namun, penggunaannya harus sesuai dengan aturan pakai dan kondisi fisik pengguna. Tidak serta merta semua penyakit atau kondisi dapat diobati dengan habbatussauda demi mendapatkan kesembuhan dan mendapatkan pahala dari menjalankan apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW. Menyikapi hal tersebut, tentu akan lebih bijak jika kita memanfaatkan ketersediaan akses teknologi dan BPJS untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan seperti apoteker atau dokter agar penggunaan habbatussauda benar-benar tepat sasaran dari segi kesehatan sekaligus mendapat pahala karena menjalankan apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW. 

 

Sumber:

Kitab Tibbun Nabawi (287).

Kitab Taj al-Arus (30/339).

Tavakkoli A, Mahdian V, Razavi BM, Hosseinzadeh H. Review on Clinical Trials of Black Seed (Nigella sativa ) and Its Active Constituent, Thymoquinone. J Pharmacopuncture. 2017 Sep;20(3):179-193.

Hannan MA, Rahman MA, Sohag AAM, Uddin MJ, Dash R, Sikder MH, Rahman MS, Timalsina B, Munni YA, Sarker PP, Alam M, Mohibbullah M, Haque MN, Jahan I, Hossain MT, Afrin T, Rahman MM, Tahjib-Ul-Arif M, Mitra S, Oktaviani DF, Khan MK, Choi HJ, Moon IS, Kim B. Black Cumin (Nigella sativa L.): A Comprehensive Review on Phytochemistry, Health Benefits, Molecular Pharmacology, and Safety. Nutrients. 2021 May 24;13(6):1784.

Ahmad MF, Ahmad FA, Ashraf SA, Saad HH, Wahab S, Khan MI, Ali M, Mohan S, Hakeem KR, Athar MT. An updated knowledge of Black seed (Nigella sativa Linn.): Review of phytochemical constituents and pharmacological properties. J Herb Med. 2021 Feb;25:100404.

pengobatanislami  Pengobatan Gratis  Kesehatan  jintanhitam  habbatussauda 
Zainal Abidin

Santri PP Miftahul Huda sekaligus mahasiswa Farmasi Universitas Brawijaya Malang yang kini dipercaya menjadi pengurus bidang kesehatan pondok.

Bagikan