Senin, 06 Mei 2019, 04:21 WIB

Tradisi Megengan, Sambut Bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Gading Malang

Bagikan

Tradisi Megengan, Sambut Bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Gading Malang
Tradisi Megengan, Sambut Bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Gading Malang - Mei 2019 (dok. PPMH)

Gading, Pemerintah melalui Kemenag dalam hasil sidang Isbat telah mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1440H jatuh pada hari Senin, 6 Mei 2019. Pondok Pesantren Miftahul Huda melalui Lajnah Falakiyah PPMH, juga telah memutuskan 1 Ramadhan jatuh pada hari Senin. Dalam menyambut bulan suci ini, Pondok Pesantren Gading rutin melakukan tradisi “megengan” setiap tahunnya. “Megengan” adalah tradisi masyarakat Jawa dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Bentuk kegiatannya berupa sedekah dan doa sebagai bentuk rasa syukur atas datangnya bulan Ramadhan. Kehadiran Ramadhan memang patut disyukuri. Sebab, bulan yang penuh kemuliaan dan barokah ini khusus bagi umat Habibuna Muhammad SAW. Maka sungguh senang dan bahagianya ketika kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan. Oleh sebab itulah, masyarakat Jawa memiliki tradisi khusus “megengan”. Adapun bagi pondok gading, “megengan” merupakan ekpresi kebahagiaan Kiai dan para santri dalam menyambut bulan suci.

Sejak sore hari, para santri sudah terlihat bahu-membahu membawa talaman-talaman makanan dari nDalem menuju ke jerambah masjid. Semua santri sudah bersiap untuk mengikuti sholat maghrib berjamaah yang akan dilanjutkan dengan acara megengan. Warga kampung pun tak mau ketinggalan mengikuti acara yang barokah ini. Seusai sholat maghrib beserta dzikir selesai, Al-Mukarrom Romo KH. M. Shohibul Kahfi memimpin langsung acara ini. Semua santri dan warga kampung terlihat khusyu’ mendengarkan wejangan Romo Yai, dalam wejangannya, beliau menyampaikan bahwa kita patut bersyukur masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan pada tahun ini. Maka acara ini sebagai salah satu bentuk rasa syukur kita. Beliau juga mendo’akan harapan-harapan mulia, semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, senantiasa bersemangat, tambah hari tambah semangat, dan kian meningkat taqwanya kepada Allah SWT, juga mahabbah-nya kepada Rasulullah SAW.

Setelah menyampaikan wejangan, Romo Yai memimpin do’a dengan khusyu’, diiringi lantunan amin secara serempak oleh para santri dan jama’ah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Semua santri dan jama’ah kampung terlihat bahagia bersama-sama dalam keberkahan megengan; menyambut bulan suci Ramadhan.

Menyambut Ramadhan  Kegiatan Pondok  Bulan Suci Ramadhan  Tradisi Ramadhan