Jumat, 20 Ags 2021, 13:12 WIB

Penuh khidmat, Pelantikan Pengurus PP. Miftahul huda dan Panitia Haflatul Imtihan, serta perayaan 1 Muharram 1443 H

Bagikan

Penuh khidmat, Pelantikan Pengurus PP. Miftahul huda dan Panitia Haflatul Imtihan, serta perayaan 1 Muharram 1443 H
Pelantikan Pengurus PP. Miftahul Huda Gading Malang Tahun 1443H (Dok.PPMH)

Pada kegiatan malam jum'at (19/08) kali ini. Ada yang berbeda dengan KMJ (Kegiatan Malam Jum'at) pada umumnya, yang mana biasanya diisi dengan muhadarah khitobiyah, syawir maupun tutorial fiqih. Akan tetapi pada malam ini, KMJ diisi dengan pelantikan pengurus PP. Miftahul Huda dan panitia haflatul imtihan, serta perayaan 1 Muharram 1443 H.

Pra acara diisi dengan lantunan sholawat kelas 3 Ulya bersama seluruh santri, sampai akhirnya dibuka oleh pembawa acara pukul 20.00 WIB.

Pembacaan ayat suci Al-Quran menempati urutan acara yang kedua, pada kesempatan ini diisi oleh sahabat Asro dari komplek B.

Dilanjutkan dengan mauidhah hasanah oleh al mukarramah KH. M. Baidhowi Muslich. Dalam penyampaiannya, beliau mengutarakan bahwa di bulan ini umat islam memperingati 2 kejadian besar, yakni pertama tahun baru islam atau hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke madinah, kedua hari lahirnya RI yang ke-76 tahun.

Beliau menegaskan bahwa pengambilan awal tahun baru Hijriyah tidak diambil dari lahirnya Nabi Muhammad SAW seperti halnya kaum nasrani memutuskan awal tahun masehi dengan lahirnya Nabi isa, akan tetapi penetapan awal tahun islam diambil dari Nabi hijrah ke Kota Madinah. Ini menandakan bahwa kaum Islam tidak mengkultuskan Nabi Muhammad SAW.

Kemudian beliau juga menyampaikan perbedaan Nabi Yunus dengan Nabi Muhammad. Yang mana, atas izin Allah hijrahnya Nabi Muhammad bukan karena meninggalkan kaumnya seperti halnya Nabi Yunus yang meninggalkan kaumnya dengan lompat dari perahu karena takut dibunuh oleh kaumnya yang dzolim.

Sambutan menempati acara berikutnya disampaikan oleh Ustadz H. Asrukhin. Beliau memberikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik semoga bisa mengembangkan amanah dan penuh tanggung jawab. 

"Jangan menolak amanah dengan alasan tawadhu', itu bukan tawadhu' namanya. Akan tetapi menghindar dari tanggung jawab" Tutur Wali kelas 3 Ulya mengakhiri cerita tentang mbah nafi' menolak untuk mengajar di mathali'ul Falah Kajen.

Di akhir sambutan beliau nyelutuk memberi semangat kepada pengurus yang baru dilantik "Untuk para pengurus pondok, jalankan saja! Namanya juga manusia punya kesalahan"

Dilanjutkan surat keputusan sampai ikrar seluruh pengurus yang langsung dipimpin oleh al mukarramah KH. Ahmad Muhammad Arif Yahya. Sebelum mengakhiri dengan doa, beliau berpesan kepada seluruh santri untuk selalu mengedepankan sholat dan jangan sampai diqodo', serta selalu sholat subuh berjamaah dan membaca yasin, karena 2 hal tersebut bisa melancarkan rizki orang tua di rumah. 

disusul ikrar panitia Haflatul Imtihan sekaligus pemberian simbolis surban kepada ketua Haflatul imtihan, yaitu sahabat Saifuddin.

Lantunan doa yang dilafadzkan oleh Ustadz H. M. Qusyairi menandakan acara tersebut berakhir. Semoga kita selalu diberikan ketabahan maupun kesabaran dalam mendalami peran di kehidupan ini. Wallahu A'lam Bisshowab

Pondok Gading  Pelantikan Pengurus  KH. Ahmad Arif Yahya