Bulan Jumadil Akhir : Keistimewaan dan Peristiwa Penting

Senin, 01 Jan 2024, 10:08 WIB
Bulan Jumadil Akhir : Keistimewaan dan Peristiwa Penting
ilustrasi lafadz Allah dalam masjid (unsplash.com/Abdullah Öğük)

Penanggalan Hijriah sendiri pertama kali dicetuskan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu tepatnya pada 17 Hijriah atau 622 Masehi. Pencetusannya didorong insiden adanya dokumen tidak bertahun yang kemudian menimbulkan polemik dan perdebatan. Jumadil Akhir (bahasa Arab:جمادى الآخرة) atau Jumadi al-Tsani atau Jumadi al-Tsaniah atau Jumadi al-Akhirah, adalah bulan keenam dari tahun Hijriah Qamariah, berlangsung setelah bulan Jumadil Awal dan sebelum bulan Rajab. Jumadi berasal dari akar kata Jamada (Ja Ma Da)(جَمَدَ) yang berarti beku, dingin dan menggigil. Dinamakan demikian karena di bulan tersebut di daerah Arab mengalami musim dingin (syita) dan air pada bulan ini membeku seperti es.

Karena itulah, bulan ini dinamakan Jumadil Akhir, karena merupakan musim sejuk kedua yang menandakan berakhirnya musim dingin yang sudah dimulai sejak bulan Jumadil Awal. Dan merupakan bulan kedua musim dingin yang kering dan beku yang lebih dingin daripada bulan sebelumnya.

Peristiwa di Bulan Jumadil Akhir

Peristiwa penting pertama yang terjadi pada bulan Jumadil Akhir adalah lahirnya Siti Fatimah Az-Zahra yang merupakan putri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dengan Sayyidah Khadijah. Fatimah Az-Zahra dilahirkan di Makkah pada hari Jumat, 20 Jumadil Akhir.

Bulan Jumadil Akhir menjadi latar waktu dari sejumlah peristiwa bersejarah dalam Islam yang terjadi. Diantaranya adalah wafatnya Khalifah pertama Islam, Abu Bakar As-Shiddiq pada 22 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah sekaligus diitunjuknya Umar bin Khattab sebagai penerus.

Terpilihnya Umar bin Khattab sebagai Khalifah kedua bagi kaum Muslimin didasarkan dari wasiat Abu Bakar dan sabda Rasulullah yang tertuang dalam potongan Hadits Riwayat Tirmidzi Nomor 3741, yang berbunyi:

 رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْتَدُوا بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِي مِنْ أَصْحَابِي أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَاهْتَدُوا بِهَدْيِ عَمَّارٍ وَتَمَسَّكُوا بِعَهْدِ ابْنِ مَسْعُودٍ

Artinya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Teladanilah dua orang dari para sahabatku sepeninggalku yaitu; Abu Bakar dan Umar, berjalanlah dengan petunjuk 'Ammar, dan berpegang teguhlah pada janji Ibnu Mas'ud." (HR. Tirmidzi)

Peristiwa bersejarah berikutnya adalah meletusnya Perang Yarmuk (Arab: معركة اليرموك) selama enam hari yang dipimpin oleh Khalid bin Walid yang kemudian digantikan oleh Abu Ubaidah bin Al Jarrah. Perang Yarmuk berlangsung di Sungai Yarmouk, wilayah yang tidak jauh dari lembah Yordania. Bulan ini menjadi semakin istimewa lantaran berkecamuknya Perang Yarmuk berakhir dengan kemenangan kaum Muslimin yang hanya mengerahkan 36.000 prajurit melawan Kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium yang mengerahkan hingga 240.000 prajurit.

Keutamaan Bulan Jumadil Akhir

Jumadil akhir ialah salah satu bulan Islam yang memiliki banyak keutamaan. Di bulan ini, seorang muslim juga disarankan untuk melakukan ibadah-ibadah yang bisa mendatangkan pahala. Adapun beberapa amalan di bulan Jumadil Akhir yang dapat dilakukan oleh setiap muslim di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Puasa sunah ayyamul bidh, puasa ayyamul bidh disunahkan bagi umat Islam untuk dilaksanakan sebanyak tiga kali setiap bulannya. Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa amalan ini utamanya dilaksanakan pada hari ke-13, 14, dan 15 di bulan tersebut.
  2. Shalat sunah 10 Jumadil Akhir, pada bulan Jumadil Akhir dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunah pada 10 Jumadil Akhir. Layaknya tanggal 10 Muharram yang dilimpahi keberkahan, 10 Jumadil Akhir juga memiliki keistimewaan. Shalat sunah ini terdiri atas 12 rakaat dengan 6 kali salam, pada setiap rakaatnya, dapat melafalkan surah Al Fatihah dilanjutkan dengan surah Al Quraisy. Setelah shalat selesai ditunaikan, umat Islam dianjurkan untuk membaca surah Yusuf.
  3. Shalat sunah akhir bulan di akhir bulan Jumadil Akhir, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunah yang terdiri atas 4 rakaat dengan dua salam atau dalam satu salam sekaligus. Waktu pelaksanaan shalat ini adalah setelah shalat Maghrib. Setelah shalat sunah selesai ditunaikan, dianjurkan untuk memperbanyak melafalkan tasbih.
  4. Memperbanyak istighfar, doa, dzikir, dan juga shalawat, umat Islam dianjurkan untuk mengisi bulan Jumadil Akhir dengan memperbanyak amalan rutin sehari-hari. Di antaranya adalah dengan memperbanyak istighfar, berdoa, dzikir hingga bershalawat setiap hari.

Setiap bulan di tahun Hijriah memiliki keutamaan yang menakjubkan, termasuk pada keutamaan bulan Jumadil Akhir ini. Maka, perbanyaklah amalan di bulan Jumadil Akhir yang kita jalani saat ini. Wallahua‘lam.
 

 



 

 

 



 

jumadil akhir  hijriah  gading pesantren  amalan bulan jumadil akhir 
Moh Rofiq Sholehudin

Penulis adalah santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang sekaligus mahasiswa Jurusan Sastra Arab di Universitas Negeri Malang. Bisa dihubungi melalui akun IG @mrofiqsho_

Bagikan