Tahun Baru, Langkah Baru: PPMH Lantik Pengurus Pondok dan Panitia Haflatul Imtihan

Kamis, 02 Jul 2026, 22:33 WIB
Tahun Baru, Langkah Baru: PPMH Lantik Pengurus Pondok dan Panitia Haflatul Imtihan
Penyerahan Cinderamata oleh Gus Fuad kepada Gus Jamaluddin (Dok./LP3MH)

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pondok Pesantren Miftahul Huda (PPMH) menggelar Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H yang dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Huda serta Pelantikan Panitia Haflatul Imtihan Kelas 3 Ulya. Kegiatan yang mengusung tema "Tahun Baru, Langkah Baru" ini dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) bakda Isya di Masjid Baiturrahman PPMH.

Acara diawali dengan sambutan perwakilan keluarga ndalem yang disampaikan oleh Gus Fuad bin Abdurrohim Yahya. Dalam dawuhnya, beliau mengingatkan bahwa tujuan utama seorang santri datang ke Pondok Pesantren Miftahul Huda adalah untuk menuntut ilmu agama sebagai bentuk pelaksanaan perintah Allah Swt.

"Intine nde Pondok Gading iki diniati golek ilmu agama, keranten perintah golek ilmu iku wajib dari Allah SWT."

Beliau juga berharap agar para pengurus pondok dan panitia Haflatul Imtihan yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membimbing adik-adik santri menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Panitia Haflatul Imtihan Kelas 3 Ulya. Prosesi ikrar dipimpin oleh Ustadz Kusairi. Dalam pesannya, beliau mengingatkan seluruh panitia agar senantiasa mengutamakan kepentingan dan kegiatan pondok di atas aktivitas di luar pesantren sehingga amanah yang diemban dapat dijalankan secara maksimal.

Selanjutnya, Ketua Panitia Haflatul Imtihan, Cak Mustajib, menyampaikan sambutannya. Cak Mustajib berharap pelantikan yang bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam ini dapat menjadi simbol dimulainya semangat baru bagi seluruh santri untuk terus berkembang, berkhidmah, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pondok.

Prosesi berikutnya adalah pelantikan Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Huda. Prosesi ikrar dipimpin oleh KH. Ahmad Muhammad Arif Yahya. Seusai pembacaan ikrar, beliau memberikan pesan agar seluruh santri senantiasa menjaga istiqamah dalam melaksanakan shalat berjamaah lima waktu. Beliau menyampaikan bahwa siapa saja yang mampu menjaga shalat berjamaah selama empat puluh hari tanpa terputus, Allah Swt akan membukakan pintu-pintu ilmu baginya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Pengurus Harian PPMH, Cak Amin. Cak Amin mengajak seluruh santri untuk terus berpartisipasi aktif dan antusias dalam setiap kegiatan pondok. Menurutnya, kemajuan pondok tidak dapat diwujudkan tanpa keterlibatan seluruh santri dalam setiap program yang telah dirancang.

Sebagai puncak acara, mauidhah hasanah disampaikan oleh Gus Jamaluddin. Beliau menegaskan bahwa shalat merupakan pondasi utama kehidupan seorang muslim.

"Sholat adalah tali sambung silaturahmi antara Allah dan hamba-hamba-Nya."

Selain itu, beliau mengajak seluruh santri untuk menghargai perjuangan kedua orang tua yang telah bersungguh-sungguh memondokkan putra-putranya.

"Orang tua kita bersungguh-sungguh memondokkan kita, jangan sampai kita zalimi dengan mondok malas-malasan."

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berpesan agar santri tidak mudah merasa tersinggung ketika menerima nasihat.

"Santri tidak boleh purik ketika diberi nasihat, karena nasihat itu sangat baik untuk kita meskipun pahit rasanya."

Menutup mauidhahnya, Gus Jamaluddin menegaskan bahwa ilmu merupakan sebaik-baiknya perkara yang harus terus dicari sepanjang hayat, sehingga setiap santri hendaknya tidak pernah berhenti belajar dan memperbaiki diri.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Ahmad Muhammad Arif Yahya. Momentum peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini diharapkan menjadi awal lahirnya semangat baru bagi seluruh santri untuk semakin istiqamah dalam menuntut ilmu dan berkhidmah.

Tahun Baru Hijriah  Pelantikan Pengurus  Haflatul Imtihan  gading pesantren 
Moh Rofiq Sholehudin

Penulis adalah santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang sekaligus mahasiswa Jurusan Sastra Arab di Universitas Negeri Malang.

Bagikan