Pranatacara Santri: Sentuhan Budaya di Malam Puncak Satu Periode Kepengurusan dan Haflatul Imtihan Almaas 1447 H

Jumat, 30 Jan 2026, 09:45 WIB
Pranatacara Santri: Sentuhan Budaya di Malam Puncak Satu Periode Kepengurusan dan Haflatul Imtihan Almaas 1447 H
Kontingen MC Jawa, Fasya Ageng saat menerima penghargaan (Dok./ LP3MH)

 

gadingpesantren.id – Ada yang berbeda pada malam puncak Awarding Almaas di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kamis (29/01/2026). Yakni suasana suasana lebih autentik melalui penggunaan bahasa Jawa krama inggil sebagai bahasa pengantar utama acara. Langkah ini pun menjadi penutup yang elegan setelah satu periode kepengurusan dan sepekan Haflatul Imtihan 1447 Hijriah.

​Panggung utama pun tidak hanya menjadi tempat penyerahan piala, tetapi juga ajang bagi kontingen Pranatacara (pembawa acara bahasa Jawa) dari Jamiyyah Sunan Kalijaga, Fasya Ageng. Dengan balutan blankon dan busana khas jawa, serta artikulasi yang tertata, sang MC berhasil menghidupkan suasana khidmat selama berlangsungnya acara. 

Terlepas dari hal itu, ​Ketua Pelaksana, Sukma Raga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemeriahan Haflatul Imtihan tahun ini lebih merupakan buah dari kolaborasi solid seluruh kontingen. 

​Senada dengan hal tersebut, Ustaz H. M. Khusairi memberikan catatan penting bagi para peserta. "Setelah acara ini usai, jangan biarkan semangat belajar luntur. Masih banyak hal yang tetap harus ditingkatkan," tegas beliau.

Di sisi lain, Agus Fuad bin Abdurrahim Yahya menekankan pentingnya menghargai ikhtiar. Beliau berpesan agar para santri menjadikan momen ini sebagai bentuk syukur dan kebanggan atas apa yang telah dilakukan selama satu periode pembelajaran berlangsung, tak terlepas juga kompetisi pada Haflatul Imtihan sepekan lalu.

Seusai sambutan-sambutan, acara pun diliputi ​suasana haru dan bangga saat memasuki pengumuman perolehan skor akhir. Selama sepekan berlangsungnya Haflatul Imtihan, Komplek G sukses mendominasi dengan raihan 76 poin, disusul oleh Komplek J dengan 52 poin, dan Komplek B yang menempati posisi ketiga dengan 36 poin. Sorak-sorai syukur pecah saat masing-masing perwakilan komplek menaiki podium.

​Menutup rangkaian acara, Gus Umarul Faruq memberikan wejangan sekaligus doa penutup. Beliau berharap agar kompetisi ini tidak melahirkan sifat sombong, melainkan menjadi pemantik motivasi untuk terus bertumbuh.

"Semoga apa yang sudah dijalani selama satu periode ini memberikan dampak positif serta membawa keberkahan bagi pesantren dan masyarakat luas."

Alhamdulillah 'Ala Kulli Hal

Haflatul Imtihan 
Bagikan