
Malang, Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baiturrohman Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang (PPMH) pada Ahad sore (1/3/2026). Usai salat Ashar, para santri dan jamaah berkumpul untuk mengikuti khataman ngaji pasan Ramadhan yang diasuh oleh Gus Dalhar.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Dalhar menuntaskan kajian dua kitab, yakni Sayyidul Istighfar dan Al-Wajiz fi Ahkami Ash-Shiyam. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pasan Ramadhan yang rutin digelar sebagai ikhtiar memperdalam pemahaman keagamaan, khususnya terkait amalan istighfar dan fikih puasa.
Kajian Sayyidul Istighfar menekankan pentingnya memperbanyak istighfar sebagai bentuk penghambaan dan pengakuan atas kelemahan diri di hadapan Allah SWT. Gus Dalhar menjelaskan bahwa doa sayyidul istighfar bukan sekadar bacaan, tetapi juga sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), terutama dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadhan.
Sementara itu, dalam pembahasan Al-Wajiz fi Ahkami Ash-Shiyam, beliau menguraikan hukum-hukum seputar puasa, mulai dari syarat, rukun, hal-hal yang membatalkan puasa, hingga adab-adab yang perlu dijaga agar ibadah puasa tidak hanya sah secara fikih, tetapi juga bernilai sempurna di sisi Allah SWT. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, sehingga para santri dapat menangkap inti pembahasan dengan baik.
Khataman pasan Ramadhan ini ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan ilmu serta kekuatan untuk mengamalkan apa yang telah dipelajari. Para santri tampak antusias dan khusyuk mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Dengan terselenggaranya khataman ini, diharapkan seluruh santri PPMH semakin mantap dalam menjalankan ibadah puasa serta memperbanyak istighfar sebagai bekal spiritual selama bulan Ramadhan.
Penulis adalah santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang sekaligus mahasiswa Jurusan Sastra Arab di Universitas Negeri Malang.