Di Tengah Hiruk Pikuk Tahun Baru, Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Memilih Doa dan Muhasabah

Rabu, 31 Des 2025, 21:48 WIB
Di Tengah Hiruk Pikuk Tahun Baru, Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Memilih Doa dan Muhasabah
Tim banjari Nurul Musthofa

Gading, Malang - Saat sebagian masyarakat menyambut pergantian tahun dengan hiruk-pikuk perayaan, Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading, Malang, memilih jalan berbeda. Pada Rabu malam, 31 Desember 2025, malam pergantian Tahun Baru Masehi 2026 diisi dengan doa, sholawat, dan muhasabah diri di Masjid Baiturrahman.

Kegiatan diawali dengan pembacaan sholawat Simtudduror bersama dan dipimpin oleh Tim Banjari Nurul Musthofa. Iringan rebana dan lantunan sholawat menciptakan suasana khusyuk, mengajak santri menenangkan hati dan menghadirkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.

Malam muhasabah tersebut dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah oleh Gus Fuad bin Abdurrahim. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan pentingnya mengisi pergantian tahun dengan amal kebaikan, sebagaimana umat Islam memaknai pergantian tahun hijriyah.

“Pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka, tetapi kesempatan untuk bermunajat dan memperbaiki diri,” pesan beliau.

Gus Fuad juga menyinggung keprihatinan Rasulullah SAW ketika momen pergantian tahun justru diisi dengan kemaksiatan. Beliau menegaskan bahwa perayaan diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang baik dan tidak melanggar nilai-nilai agama.

Lebih dari sekadar peringatan, malam tersebut menjadi ruang refleksi dan muhasabah, mengajak santri menengok kembali perjalanan hidup sepanjang tahun 2025. Doa bersama dipanjatkan dengan harapan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah lalu serta mengabulkan hajat dan harapan di tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading memberikan teladan bahwa pergantian tahun dapat dimaknai secara sederhana namun bermakna, menyambut masa depan dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan harapan baru.

Tahun baru  Malam Pergantian Tahun  gading pesantren 
Moh Rofiq Sholehudin

Penulis adalah santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang sekaligus mahasiswa Jurusan Sastra Arab di Universitas Negeri Malang.

Bagikan