Sunan Prawoto Ingin Menjadi Segundo Truco

Jumat, 24 Apr 2026, 17:12 WIB
Sunan Prawoto Ingin Menjadi Segundo Truco
Kerajaan Demak

Sunan Prawoto dipandang sebagai Raja Islam ke-4 di Kesultanan Demak. Beliau merupakan putra dari Sultan Trenggono, berkuasa selama 3 tahun (1546-1549 M). Sepeninggal Sultan Trenggono yangmemerintah Demak tahun (1521-1546 M), Sunan Prawoto atau Raden Mukmin (nama lainnya), selaku putra sulung Sultan Trenggono berhasil naik takhta. Setelah hancurnya ibu kota Demak, Sunan Prawoto  memindahkan pusat kekuasaanya di atas sebuah bukit Prawoto, sebelah Tenggara ibu kota Demak (Bintoro).

Sunan Prawoto berkeinginan melanjutkan usaha ayahnya yang ingin mengislamkan Pulau Jawa dan seluruh kepulauan Nusantara. Beliau juga hendak menutup jalur pengiriman beras melalui rute perdagangan ke Malaka. Selain itu juga akan mengirimkan ekspedisi ke Sulawesi Selatan dengan tujuan menaklukan dan mengislamkan daerah itu. Namun, pada saat itu Pastor Bernama Vicente Viegas juga ingin memperkenalkan ajaran Katholik ke Sulawesi Selatan

Seorang Portugis Bernama Manuel Pinto yang saat itu berada di Malak telah menulis surat kepada Uskup Besar di Gowa, tertanggal 7 Desember 1548 M. Pada waktu itu adalah masa kepemimpinan Sunan Prawoto di Kerajaan Islam Demak. Setelah dari Makasssar, Sulawesi Selatan, Pinto singgah ke Jawa dan bertemu dengan Sunan Prawoto Mengetahui keinginan Sunan Prawoto yang ingin menaklukan dan mengislamkan seluruh Sulawesi Selatan, Pinto berusaha mempengaruhi Sunan Prawoto agar tidak melanjutkan rencana tersebut. Oleh karena pasukan ekspedisi Kerajaan Pulau Denak dari Jawa ini jelas merugikan Pastor Vicente Viegas.2

Dalam masa pemerintahannya, ketika mendapat tantangan dari Kerajaan Islam di Aceh maupun Kerajaan Islam Demak, Portugis memberikan bantuan kepada Lisabon, Pelabuhan penting di Portugal. Rencana serangan baru dirancang, tidak segera direalisasikan. Baru kemudian pada tahun 1564 M setelah wafatnya Sunan Prawoto dan terjadi kemelut di Kerajaan Islam Demak, Dom Antonio De Noranda , Gubernur Portugis yang berada di Goa mendapat kabar bahwa Kerajaan Islam di Acaeh telah memebentuk suatu front persatuan negara-negara Islam unuk melawan Portugis. Kerajaan Islam di Aceh menerima bantuan dari Khilafah Turki Utsmani sebanyak 500 meriam dan sejumlah peralatan perang. [3]

Berita ini dikuatkan oleh seorang Portugis Bernama De Couto sebagaimana disebutkan dalam Da Asia , bahwa Raja Aceh yang gagah berani, Ala'uAddin Syah pada pertengahan abad ke-16 M telah mengirim utusan untuk meminta bantuan dari Orey de Dama, Imperador do Java , Raja Demak yang menjadi Maharaja Jawa. Tujuannya adalah untuk melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka dengan ekspedisinya.

Demikianlah, Raja Demak ke-4 penerus Sultan Fatah, Pti Unus, dan Sultan Trenggono, yitu Sunan Prawoto yang telah menetapkan tekadnya yang bulat untuk menguasai tanah Jawa seluruhnya dengan lantang menyatakan bahwa, “Apabila usaha ini berhasil, saya akan menjadi Segundo Truco (menjadi Sultan Turk kedua).

Berita yang bersumber dari Manuel Pinto di atas, menunjukkan bahwa Sunan Prawoto saat itu juga memilki wawasan pengetahuan tentang dunia luar. Khusunya hubungan dunia Islam di Kekhilafahan Turki Ustmani, yang saat itu berada di bawah kekuasaan Sulaiman 1 dengan perkembangan politik di Eropa. Pada tahun 1547 M, Sultan Sulaiman 1 telah mengkonsolidasikan kedudukannya di daerah-daerah Hongaria dan mengadakan perjanjian dengan Kaisar Karel V (Kaisar Romawi). [5]

Hubungan Kekhilafan Turki Utsmani yang memperluas pengaruh di Eropa itulah yang membuat sebagian besar orang-orang Eropa mengalami bentrokan keyakinan, hingga tidak sedikit kemudian masuk Islam. Bahkan ini juga terjadi di Kerajaan Islam Demak. Menurut Dr. Crucq bahwa di Kerajaan Islam demak ada seorangf yang berasal dari Algarvia, daerah Portugis Selatan yang semula menganut Katholik lalu masuk Islam. Namanya adalah Coje geinal (Khoza Zainal). Keahlian Coje geinal Adalah membuat Meriam untuk Raja Demak. Coje geinal inilah orang asal Portugis yang memperluas pengetahuan di Kerajaan Islam Demak tentang Eropa dan penyebaran Islam di sana. [6]

Dari sepenggal tekad Sunan Prawotoo menjadi Sultan Turki Kedua (Segundo Truco), jelas tampak nyata meskipun Kerajaan Islam Demak di masanya telah mulai menunjukkan garis besarnya, akan tetapi cita-cita untuk menguasai tanah jawa seluruhnya yang hanya tersisa Blambangan di ujung timur Jawa tetap teguh dalam kehangatan. Cita-cita Sunan Prawoto ini pula yang menjadi cita-cita umat Islam untuk menguasai dunia dalam bentuk Khilafah dengan diberlakukan ghukum syariat Islam di dalam wilayah kekuasaanya.

 

 

 

 


[1] Abdullah, R. (2015). Kerajaaan Islam Demak : Api Revolusi Islam di Tanah Jawa. Solo : Al-Wafi.

[2] Pigeaud., HD (1985). Kerajaan Islam Pertama di Jawa, Tinjauan Sejarah Politik Abad XV dan XVI. Jakarta: Grafiti.

[3] Kata, M. (1981). Aceh Sepanjang Abad. Medan: Waspada Medan.

[4] Pigeaud., HD (1985). Kerajaan Islam Pertama di Jawa, Tinjauan Sejarah Politik Abad XV dan XVI. Jakarta: Grafiti.

[5] As-Sirjani, PD (2016). Bangkit dan Runtuhnya Andalisia : Jejak Kejayaan Peradaban Islam di Spanyol. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

[6] Djaja, W. (2012). Sejarah Eropa : Dari Eropa Kuno Hingga Eropa Modern. Yogyakarta: Ombak.

 


Nur Ahmad Haris Akbar

Mahasantri Pendidikan Sejarah UM

Bagikan