Dari Pesantren ke Pasar Digital: Jam’iyyah Sunan Giri Kenalkan Santri Performance Hub Sebagai Senjata Baru Kemandirian Ekonomi

Senin, 02 Feb 2026, 14:55 WIB
Dari Pesantren ke Pasar Digital: Jam’iyyah Sunan Giri Kenalkan Santri Performance Hub Sebagai Senjata Baru Kemandirian Ekonomi
Delegasi Komplek C dalam Perlombaan KTI Kepesantrenan HI 1447 H

Delegasi Jam'iyyah Sunan Giri Komplek C, Muhammad Qolyubi Rosyadi dan Dewa Bagus Alif Rosyadi, mengusung inovasi berbasis kemandirian ekonomi pesantren dalam Musabaqah Karya Tulis Ilmiah pada Pekan Haflatul Imtihan, 27 Januari 2026 lalu. Paper berjudul Santri Performance Hub: Platform Optimalisasi Digital Marketing Produk UMKM Pesantren Menuju Kemandirian Ekonomi Nasional ini menjadi sorotan dewan juri karena belum diangkat oleh delegasi komplek lain.

Santri Performance Hub adalah platform terintegrasi berbasis performance marketing yang berfungsi sebagai pusat kendali pemasaran digital produk UMKM pesantren. Muhammad Qolyubi Rosyadi menjelaskan bahwa inovasi ini mengintegrasikan pengelolaan iklan digital secara terpusat, penguatan literasi data santri, serta sistem manajemen dan analisis perilaku konsumen. Ia menambahkan, “Inovasi ini menggabungkan pengelolaan iklan digital secara terpusat, penguatan literasi data santri, serta sistem manajemen dan analisis perilaku konsumen untuk meningkatkan efektivitas pemasaran”.

Menurutnya, platform tersebut diarahkan untuk mentransformasikan unit usaha pesantren yang sebelumnya berjalan secara parsial dan konvensional menjadi entitas bisnis digital yang profesional dan terukur. “Melalui platform ini, unit usaha pesantren ditransformasikan menjadi entitas bisnis digital yang berdaya saing nasional, dengan tetap menjunjung nilai-nilai etika dan prinsip perniagaan Islam”, jelasnya.

Terkait tujuan pengembangan inovasi, Qolyubi menyampaikan bahwa Santri Performance Hub ditujukan untuk membangun sistem kemandirian ekonomi pesantren yang adaptif terhadap era digital. “Tujuan pengembangan Santri Performance Hub adalah membangun sistem kemandirian ekonomi pesantren melalui optimalisasi pemasaran berbasis data dan teknologi”, katanya.

Ia menambahkan bahwa inovasi ini juga bertujuan memperluas akses pasar produk UMKM pesantren, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran pemasaran, serta mencetak santri yang memiliki kompetensi digital marketing sebagai high-income skill. Selain itu, pengembangan platform ini diarahkan untuk menciptakan ekosistem perniagaan digital yang transparan dan berlandaskan prinsip an-taradhin.

Gambar 1 Santri Performance Hub

Lebih lanjut, Dewa Bagus Alif Rosyadi selaku partner delegasi Qolyubi, memaparkan harapan dan dampak dari gagasan tersebut. “Harapan dari penerapan Santri Performance Hub adalah terwujudnya pesantren sebagai pusat ekonomi digital yang mandiri, berkelanjutan, dan berkontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi nasional”, ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam jangka pendek inovasi ini diperkirakan mampu meningkatkan jangkauan pemasaran dan volume penjualan produk UMKM pesantren. Dalam jangka menengah, platform ini diharapkan melahirkan santri dengan kompetensi profesional di bidang digital marketing. Adapun dalam jangka panjang, Santri Performance Hub ditargetkan menjadi model pemberdayaan ekonomi pesantren yang inklusif dan dapat direplikasi secara nasional.

Gagasan Santri Performance Hub lahir dari adanya kesenjangan antara besarnya potensi ekonomi pesantren dan rendahnya efektivitas pemasaran produk UMKM yang masih didominasi pendekatan konvensional. Keterbatasan literasi data, minimnya pemanfaatan digital advertising, serta fragmentasi manajemen pemasaran dinilai menjadi faktor yang menghambat daya saing produk pesantren di pasar nasional.


Ariby Zahron

Penulis adalah santri aktif di Pondok Pesantren Miftahul Huda sekaligus mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Malang

Bagikan